
Macam Macam Cairan Infus dan Cara Pemberiannya – Macam-macam cairan infus dan cara pemberiannya sangat penting dalam dunia medis untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Cairan infus terbagi menjadi kristaloid dan koloid, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, pemilihan jenis infus harus disesuaikan dengan kondisi pasien agar terapi cairan berjalan optimal.
Selain itu, prosedur pemasangan infus juga harus dilakukan dengan benar untuk mencegah komplikasi.
Macam Macam Cairan Infus

Cairan infus digunakan untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Berdasarkan komposisinya, cairan infus terbagi menjadi kristaloid dan koloid.
Cairan Kristaloid
Kristaloid mengandung elektrolit dan dapat dengan mudah melewati membran kapiler, sehingga efektif untuk rehidrasi dan resusitasi cairan.
1. NaCl 0,9% (Normal Saline)
Cairan ini mengandung natrium klorida yang digunakan untuk mengatasi dehidrasi, syok, dan ketidakseimbangan elektrolit.
NaCl 0,9% sering diberikan pada pasien yang mengalami kehilangan cairan akibat muntah atau diare. Karena isotonik, cairan ini tidak mempengaruhi keseimbangan osmotik sel.
2. Ringer Laktat
Mengandung natrium, kalium, kalsium, klorida, dan laktat yang membantu menyeimbangkan pH tubuh. Ringer Laktat sering digunakan dalam perawatan pasien luka bakar, operasi, atau trauma berat.
Cairan ini membantu mengembalikan volume darah yang hilang lebih efektif dibandingkan NaCl 0,9%.
3. Dextrose (Glukosa)
Cairan ini mengandung glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi cepat bagi tubuh. Cocok untuk pasien dengan hipoglikemia, malnutrisi, atau kondisi metabolik tertentu.
Dextrose juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan cairan lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien.
Baca Juga: Ukom Gizi Sertifikasi dan Manfaatnya, Jangan Lewatkan Informasinya!
Cairan Koloid
Koloid mengandung partikel besar yang tidak mudah melewati membran kapiler, sehingga efektif untuk meningkatkan volume darah dan tekanan osmotik.
1. Albumin
Cairan yang mengandung protein albumin ini digunakan untuk pasien dengan hipovolemia, hipoalbuminemia, atau luka bakar berat.
Albumin membantu menarik cairan ke dalam pembuluh darah, meningkatkan tekanan osmotik, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
2. Dextran
Larutan yang terdiri dari polimer glukosa ini berfungsi untuk meningkatkan volume plasma. Digunakan dalam kondisi syok hipovolemik atau setelah kehilangan darah yang signifikan.
Dextran juga dapat meningkatkan aliran darah dengan mengurangi viskositas darah.
3. Hidroksietil Starch (HES)
Cairan sintetik yang digunakan untuk meningkatkan volume intravaskular pada pasien dengan syok atau sepsis.
HES bekerja dengan menarik cairan dari jaringan ke dalam pembuluh darah. Namun, penggunaannya perlu dipantau karena dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Dengan memahami berbagai jenis cairan infus, tenaga medis dapat memilih cairan yang paling sesuai dengan kondisi pasien, sehingga terapi cairan dapat berjalan optimal.
Baca Juga: Kode Etik Tenaga Kesehatan di Indonesia, Sudahkah Kamu Tahu?
Macam Macam Cairan Infus dan Cara Pemberiannya

Agar pemasangan infus berjalan dengan aman dan efektif, berikut merupakan cara pasang cairan infus yang benar.
1. Menjaga Sterilitas
Sterilitas bertujuan untuk mencegah infeksi lokal maupun sistemik seperti bakteremia dan sepsis. Beberapa langkah untuk menjaga sterilitas dalam pemasangan infus meliputi:
- Membersihkan area tusukan dengan desinfektan seperti iodium atau alkohol 70%.
- Memastikan cairan infus, jarum, dan set infus dalam keadaan steril.
- Mencuci tangan menggunakan teknik aseptik dan memakai sarung tangan steril.
- Menentukan lokasi penusukan yang tepat, seperti vena superfisial di lengan untuk orang dewasa dan daerah frontal kepala untuk anak-anak.
2. Fiksasi Infus
Dilakukan untuk memastikan kanula atau jarum tetap stabil dan tidak bergeser. Jika jarum bergerak, ujungnya bisa menusuk dinding vena dan menyebabkan hematoma atau trombosis.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pemasangan plester dengan benar agar infus tetap pada posisinya.
3. Pemilihan Cairan Infus
Jenis cairan infus harus disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien. Cairan kristaloid atau koloid dipilih berdasarkan kondisi pasien, seperti dehidrasi, syok, atau kebutuhan elektrolit tertentu.
4. Pengaturan Kecepatan Tetesan Infus
Kecepatan tetesan cairan harus diatur dengan benar agar pasien mendapatkan jumlah cairan yang sesuai. Beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:
- Kantung infus harus digantung sekitar 90 cm di atas permukaan tubuh agar tekanan cairan cukup kuat.
- Kecepatan tetesan diatur sesuai petunjuk, karena tiap set infus memiliki volume tetesan yang berbeda.
5. Memastikan Selang Infus Terpasang dengan Benar
Selang infus harus dipasang dengan benar agar aliran cairan tetap lancar. Pastikan bahwa:
- Selang lurus dan tidak terlipat.
- Sambungan selang tidak terlepas.
- Tidak ada sumbatan pada jalur infus yang dapat menghambat aliran cairan.
6. Menghindari Pemasangan di Lokasi yang Tidak Tepat
Pemasangan infus sebaiknya tidak dilakukan pada:
- Area dekat persendian, karena dapat mengganggu pergerakan pasien.
- Vena yang berkelok atau mengalami spasme, karena dapat menyebabkan hambatan dalam aliran cairan infus.
7. Evaluasi Secara Berkala
Setelah pemasangan infus, perlu dilakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan jalur intravena tetap berfungsi dengan baik.
Jika terdapat tanda-tanda pembengkakan, nyeri, atau infeksi di area tusukan, infus harus segera dievaluasi dan diganti jika diperlukan.
Baca Juga: Prinsip Etik Keperawatan dan Pendidikan Keperawatan, Kunci Penting dalam Membangun Profesionalisme!
Dengan memperhatikan setiap langkah ini, pemasangan infus dapat dilakukan dengan aman dan efektif, sehingga pasien mendapatkan terapi cairan yang optimal.
Sumber: UNS, Aido Health, Alodokter
Program Value Jadi NAKES 2025
“APK Bimbel UKOM Mahasiswa Kesehatan 2025 Belajar & Berlatih Memakai Metode Cepat”
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiNAKES Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELNAKES” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal NAKES 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal CPNS 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi NAKES 2025
- Ratusan Latsol NAKES 2025
- Puluhan paket Simulasi NAKES 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya