Banyak gejala DBD pada remaja yang sering diabaikan atau disalahartikan sebagai penyakit lain, sehingga pengobatan menjadi terlambat. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga rentan terjadi pada remaja.
Berikut adalah 10 gejala DBD pada remaja yang sering tidak disadari dan patut diwaspadai:
1. Demam Tinggi Mendadak
Salah satu tanda utama DBD adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba tanpa gejala lain sebelumnya. Ciri khas demam akibat DBD adalah:
- Suhu tubuh bisa mencapai 39-41°C.
- Demam naik turun selama 2-7 hari.
- Tidak merespons obat penurun panas seperti parasetamol secara efektif.
Jika seorang remaja mengalami demam tinggi yang tidak kunjung mereda, segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah ini merupakan gejala DBD pada remaja.
2. Nyeri di Belakang Mata
Banyak penderita DBD mengeluhkan rasa sakit di belakang mata yang semakin terasa ketika bola mata digerakkan. Gejala ini sering dianggap sebagai sakit kepala biasa, tetapi jika terjadi bersamaan dengan demam tinggi, bisa jadi ini adalah tanda DBD.
Baca Juga: Prinsip Etik Kedokteran dan Kasus Pelanggarannya
3. Nyeri Otot dan Sendi
DBD sering dijuluki sebagai “breakbone fever” karena menimbulkan rasa nyeri hebat pada otot, sendi, dan bahkan tulang. Nyeri ini bisa terasa lebih intens dibandingkan dengan sakit badan akibat flu biasa.
Tanda-tanda nyeri akibat DBD meliputi:
- Rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh.
- Kesulitan untuk bergerak atau melakukan aktivitas sehari-hari.
- Kelelahan ekstrem meskipun sudah beristirahat.
4. Mual dan Muntah
Pada beberapa kasus, gejala DBD pada remaja juga dapat berupa gangguan pencernaan seperti mual dan muntah. Hal ini terjadi karena virus dengue dapat mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan ketidaknyamanan di perut.
Gejala ini dapat menyebabkan dehidrasi, terutama jika disertai dengan hilangnya nafsu makan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan penderita tetap terhidrasi dengan baik.

5. Hilangnya Nafsu Makan
Remaja yang terkena DBD biasanya akan mengalami penurunan nafsu makan secara drastis. Mereka mungkin merasa:
- Tidak ingin makan meskipun dalam keadaan lapar.
- Merasa mual hanya dengan mencium aroma makanan.
- Mengalami kesulitan menelan makanan karena tubuh terasa lemas.
Kurangnya asupan makanan dapat memperburuk kondisi tubuh dan memperlambat proses pemulihan dari DBD.
Baca Juga: Menu Buka Puasa Diet Untuk Penderita Diabetes, Wajib Coba!
6. Munculnya Bintik Merah di Kulit
Bintik merah pada kulit merupakan salah satu gejala khas DBD yang menunjukkan adanya kebocoran pembuluh darah. Ciri-ciri bintik merah akibat DBD adalah:
- Tidak hilang saat ditekan.
- Bisa muncul di lengan, kaki, wajah, atau bagian tubuh lainnya.
- Tidak gatal seperti ruam akibat alergi.
Jika seorang remaja mengalami bintik merah yang tidak biasa di kulitnya, segera konsultasikan dengan dokter karena ini bisa menjadi tanda serius dari gejala DBD pada remaja.
7. Mimisan dan Gusi Berdarah
Pada beberapa kasus DBD yang lebih parah, penderita dapat mengalami gangguan pembekuan darah yang menyebabkan mimisan atau gusi berdarah. Ini terjadi akibat menurunnya jumlah trombosit dalam darah.
Jika seorang remaja mengalami mimisan tanpa sebab yang jelas atau mendapati gusi sering berdarah saat menyikat gigi, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
8. Pusing dan Kepala Terasa Berat
Penderita DBD sering kali mengalami sakit kepala yang hebat. Biasanya, sakit kepala ini terasa lebih berat dibandingkan dengan sakit kepala biasa. Beberapa penderita juga mengeluhkan sensasi kepala terasa berat dan pusing terus-menerus.
Gejala ini bisa diperburuk dengan dehidrasi akibat demam dan kurangnya asupan makanan. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga cairan tubuh selama mengalami DBD.
9. Pucat dan Mudah Lelah
DBD dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, sehingga tubuh menjadi lebih lemah dan mudah lelah. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kulit terlihat lebih pucat dari biasanya.
- Merasa lemas bahkan setelah istirahat yang cukup.
- Kesulitan untuk beraktivitas karena tubuh terasa tidak bertenaga.

Jika remaja yang biasanya aktif tiba-tiba menjadi sangat lemah dan lesu, segera lakukan pemeriksaan medis.
10. Penurunan Tekanan Darah yang Dapat Menyebabkan Syok
Dalam kasus yang lebih parah, DBD bisa menyebabkan tekanan darah turun secara drastis hingga menyebabkan syok dengue. Kondisi ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa.
Tanda-tanda syok akibat DBD meliputi:
- Pusing atau pingsan saat berdiri.
- Kulit terasa dingin dan lembap.
- Detak jantung cepat namun lemah.
Jika ada tanda-tanda ini, segera bawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika seorang remaja mengalami beberapa gejala DBD pada remaja yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter, terutama jika:
- Demam tinggi berlangsung lebih dari 2-3 hari.
- Muncul bintik merah di kulit atau tanda-tanda perdarahan.
- Merasa sangat lemas hingga sulit melakukan aktivitas.
- Mengalami muntah terus-menerus dan kehilangan nafsu makan.
Semakin cepat penyakit ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh tanpa komplikasi serius.
Cara Mencegah DBD pada Remaja
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa cara untuk mencegah DBD:
- Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu atau obat nyamuk.
- Menguras dan menutup tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
- Menggunakan pakaian tertutup terutama saat berada di area rawan nyamuk.
- Melakukan fogging secara berkala jika ada kasus DBD di lingkungan sekitar.
- Menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
DBD adalah penyakit yang berbahaya dan dapat menyerang siapa saja, termasuk remaja. Banyak gejala DBD pada remaja yang sering diabaikan karena mirip dengan penyakit lain.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awalnya agar dapat segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Jika seorang remaja mengalami demam tinggi yang tidak kunjung reda, nyeri otot yang hebat, bintik merah di kulit, atau tanda-tanda lain yang disebutkan di atas, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Dengan deteksi dini dan penanganan yang cepat, risiko komplikasi akibat DBD dapat diminimalkan.
Sumber Referensi:
Alodokter.com – Waspadai Gejala DBD pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Halodoc.com – Kenali 5 Gejala DBD pada Remaja dan Cara Mengatasinya
Puskesmaskutaselatan.badungkab.go.id – 8 Gejala Demam Berdarah (DBD) yang Perlu Diwaspadai