Apa yang Dimaksud Atonia Uterus ? Penjelasan Lengkap dan Penyebabnya

Apa yang Dimaksud Atonia Uterus

Share This Post

Apa yang Dimaksud Atonia Uterus – Atonia uterus merupakan salah satu penyebab utama perdarahan pascapersalinan, kondisi yang menjadi faktor terbesar kematian ibu di banyak negara.

Secara normal, setelah bayi dan plasenta lahir, rahim akan berkontraksi untuk menghentikan perdarahan. Namun pada atonia uterus, rahim gagal berkontraksi sehingga aliran darah dari pembuluh darah tetap terbuka dan menyebabkan perdarahan yang dapat berlangsung cepat dan masif.

Memahami apa yang dimaksud dengan atonia uterus, faktor risiko, serta bagaimana penanganannya sangat penting bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat, agar komplikasi serius dapat dicegah lebih dini.

Artikel ini membahas pengertian, penyebab, gejala, hingga penatalaksanaan atonia uterus secara lengkap.

Apa yang Dimaksud Atonia Uterus

Baca Juga:Materi SKB Perawat 2025: Kisi-Kisi, Contoh Soal, dan Pembahasan Lengkap

Pengertian Atonia Uterus

Atonia uterus adalah kondisi ketika rahim gagal berkontraksi setelah persalinan, sehingga pembuluh darah di dalam rahim tetap terbuka dan menyebabkan perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH).

Secara normal, setelah plasenta lahir, rahim akan berkontraksi untuk menekan pembuluh darah. Namun pada atonia uterus, kontraksi ini tidak terjadi sehingga perdarahan menjadi tidak terkendali.

Atonia uterus merupakan penyebab utama perdarahan pascapersalinan dan menjadi salah satu kondisi kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan penanganan cepat.

Mengapa Atonia Uterus Berbahaya?

Atonia uterus dapat menyebabkan:

  • Kehilangan darah dalam jumlah besar dengan cepat
  • Syok hipovolemik
  • Gangguan fungsi organ
  • Kematian ibu jika tidak tertangani segera

Karena itu kondisi ini dianggap sebagai keadaan darurat medis.

Penyebab Atonia Uterus

Atonia uterus dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Overdistensi Uterus (Rahim Terlalu Meregang)

Rahim yang terlalu besar atau terlalu penuh menyebabkan otot sulit berkontraksi.
Contohnya:

  • Kehamilan kembar
  • Janin besar (makrosomia)
  • Polihidramnion (air ketuban berlebih)

2. Persalinan yang Lama atau Terlalu Cepat

  • Persalinan lama membuat otot rahim lelah dan kehilangan kemampuan berkontraksi.
  • Persalinan sangat cepat juga bisa menyebabkan disfungsi kontraksi.

3. Penggunaan Obat-obatan

Obat tertentu dapat mengurangi kontraksi rahim, seperti:

  • Anestesi umum
  • Obat tocolytic (obat penghenti kontraksi)

4. Retensi Plasenta

Sisa plasenta yang tertinggal dalam rahim dapat menghambat rahim berkontraksi dengan optimal.

5. Multiparitas

Wanita yang telah melahirkan banyak kali memiliki risiko lebih tinggi karena otot rahim tidak seelastis sebelumnya.

6. Infeksi Rahim

Infeksi seperti korioamnionitis dapat menyebabkan otot rahim tidak merespon dengan baik.

Gejala Atonia Uterus

Gejala utama meliputi:

  • Perdarahan hebat setelah persalinan
  • Rahim terasa lembek saat diraba
  • Tanda syok:
    • Pucat
    • Lemah
    • Denyut jantung cepat
    • Tekanan darah menurun
  • Peningkatan ukuran rahim

Penanganan Atonia Uterus

Penanganan dilakukan secepat mungkin untuk menghentikan perdarahan dan mencegah syok.

1. Masase Uterus

Masase pada fundus rahim dilakukan untuk merangsang kontraksi.

2. Pemberian Uterotonika

Obat-obatan untuk merangsang kontraksi rahim, seperti:

  • Oksitosin
  • Misoprostol
  • Ergometrin
  • Karboprost

3. Evakuasi Sisa Plasenta

Jika ada sisa plasenta, harus segera dikeluarkan.

4. Kompresi Bimanual

Teknik manual untuk menghentikan sementara perdarahan.

5. Tindakan Bedah

Jika tindakan awal gagal, dapat dilakukan:

  • Tamponade uterus (Bakri balloon)
  • Ligasi arteri uterina
  • Embolisasi arteri
  • Histerektomi (pilihan terakhir)
Apa yang Dimaksud Atonia Uterus

Pencegahan Atonia Uterus

Untuk mengurangi risiko, tenaga kesehatan biasanya melakukan:

  1. Manajemen aktif kala III persalinan
  2. Pemberian profilaksis oksitosin
  3. Pemantauan ketat setelah plasenta lahir
  4. Menangani faktor risiko sejak awal kehamilan

Baca Juga:SKB Bidan Terampil : Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendapatkannya

Atonia uterus adalah kondisi serius di mana rahim gagal berkontraksi setelah persalinan, sehingga menyebabkan perdarahan hebat. K

ondisi ini merupakan penyebab utama perdarahan postpartum dan membutuhkan penanganan cepat untuk mencegah komplikasi fatal.

Mengetahui penyebab, gejala, dan langkah penanganannya sangat penting bagi tenaga kesehatan maupun ibu hamil untuk meningkatkan kesadaran serta keselamatan persalinan.

Program Value Jadi NAKES 2025

“APK Bimbel UKOM Mahasiswa Kesehatan 2025 Belajar & Berlatih Memakai Metode Cepat”

slider jadi nakes
Slider_JadiNAKES (1)
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiNAKES Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELNAKES” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal NAKES 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal CPNS 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi NAKES 2025
  • Ratusan Latsol NAKES 2025
  • Puluhan paket Simulasi NAKES 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Jenis Jenis Buta Warna
Uncategorized

Jenis Jenis Buta Warna pada Pasien Nakes Wajib Tahu!

.wp-block-paragraph { line-height: 1.5 !important; margin-bottom: 1em !important; } .wp-block-heading { line-height: 1.5 !important; margin-top: 1.5em !important; margin-bottom: 0.75em !important; } ul, ol { line-height:

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch