Universitas Jurusan Rekam Medis Pilihan Cerdas untuk CASN dan PPPK!

universitas yang ada jurusan rekam medis

Share This Post

Universitas yang ada jurusan rekam medis – semakin banyak diburu sejak formasi CASN dan PPPK tenaga kesehatan membuka peluang besar bagi perekam medis dan pengelola informasi kesehatan di fasilitas layanan publik. Banyak peserta seleksi yang baru tersadar bahwa di balik setiap pelayanan pasien di rumah sakit pemerintah, puskesmas, hingga BPJS Kesehatan, ada tim rekam medis yang mengurus data secara rapi, akurat, dan patuh regulasi. Tanpa lulusan jurusan ini, pelayanan kesehatan modern yang berbasis data mustahil berjalan lancar.

Di tengah persaingan ASN/PPPK yang makin ketat, memilih kampus dan program studi rekam medis yang tepat sebenarnya bisa menjadi salah satu “jalan pintas cerdas”. Lulusan dengan latar belakang rekam medis dan informasi kesehatan punya posisi strategis, karena kebijakan digitalisasi kesehatan nasional, integrasi Satu Sehat, dan tuntutan akreditasi rumah sakit membuat kebutuhan tenaga ini meningkat. Pertanyaannya, kampus mana saja yang bukan hanya punya jurusan rekam medis, tetapi juga benar-benar diakui, terakreditasi baik, dan relevan dengan kebutuhan seleksi tenaga kesehatan sekarang?

Di artikel ini, kita akan kupas tuntas beberapa universitas yang ada jurusan rekam medis di Indonesia, dari jenjang D3, D4, hingga S1, lengkap dengan keunggulan, fokus pembelajaran, dan kaitannya dengan peluang kerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun instansi pemerintah. Jika Anda menyiapkan diri untuk karier sebagai ASN atau PPPK di bidang kesehatan, informasi ini akan terasa seperti bocoran orang dalam yang membantu Anda memilih jalur pendidikan dengan strategi yang lebih matang.

Apa Itu Jurusan Rekam Medis dan Mengapa Penting untuk ASN/PPPK Kesehatan?

Apa Itu Jurusan Rekam Medis dan Mengapa Penting untuk ASN/PPPK Kesehatan?

Sebelum menelusuri kampus, kita perlu paham dulu: apa sebenarnya jurusan rekam medis itu dan mengapa ia menjadi “pemain kunci” di era layanan kesehatan digital.

Secara sederhana, rekam medis adalah kumpulan data dan informasi tentang identitas, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, hingga riwayat kesehatan pasien yang terdokumentasi secara sistematis. Di era sekarang, rekam medis tidak lagi sekadar map kertas, tetapi sudah bergerak ke arah rekam medis elektronik dan sistem manajemen informasi kesehatan berbasis teknologi.

Jurusan rekam medis (sering juga disebut Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan, atau Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan) mempelajari antara lain:

  • Pengumpulan dan pencatatan data kesehatan pasien secara benar dan sesuai standar.
  • Pengolahan, analisis, dan interpretasi data untuk mendukung pengambilan keputusan klinis maupun manajerial.
  • Pengelolaan arsip dan sistem informasi di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lembaga lain.
  • Penggunaan teknologi informasi kesehatan, mulai dari software rekam medis hingga sistem pelaporan nasional.
  • Pengkodean penyakit dan tindakan medis (coding) sesuai standar ICD dan regulasi yang berlaku.
  • Aspek legal, etika, kerahasiaan, serta mutu rekam medis.

Mengapa ini krusial untuk ASN/PPPK tenaga kesehatan?

  1. Formasi khusus perekam medis dan informasi kesehatan makin sering muncul. Banyak instansi daerah dan rumah sakit vertikal Kemenkes membuka formasi untuk jabatan ini atau jabatan yang serumpun dengan penanggung jawab rekam medis.
  2. Digitalisasi layanan kesehatan menjadi agenda nasional. Program integrasi data kesehatan, termasuk Satu Sehat dan sistem rujukan online, memerlukan SDM yang paham manajemen data kesehatan, bukan hanya tenaga klinis.
  3. Akreditasi rumah sakit dan puskesmas sangat bergantung pada mutu rekam medis. Dokumen pasien yang tidak lengkap atau kacau bisa memengaruhi penilaian akreditasi. Di sinilah perekam medis berperan penting.
  4. Lulusan rekam medis berinteraksi dengan berbagai profesi kesehatan. Mereka berada di jantung sistem: menghubungkan dokter, perawat, manajemen rumah sakit, BPJS, hingga regulator, lewat data yang akurat dan tertata.

Tidak heran, lulusan jurusan ini memiliki prospek kerja yang cukup luas, mulai dari staf rekam medis, petugas registrasi, coder, analis informasi kesehatan, hingga manajer unit rekam medis. Untuk Anda yang mengincar jalur ASN atau PPPK di bidang kesehatan, memilih universitas yang ada jurusan rekam medis dengan kurikulum kuat dan akreditasi baik adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis.

Baca Juga : Kumpulan Soal UKOM Farmasi Terbaru 2025 dan Pembahasannya Lengkap

Daftar Universitas yang Ada Jurusan Rekam Medis: Dari D3 hingga S1/D4

Daftar Universitas yang Ada Jurusan Rekam Medis: Dari D3 hingga S1/D4

Di Indonesia, jurusan rekam medis tersedia dalam beberapa jenjang, mulai dari D3, D4 (sarjana terapan), S1, bahkan ada yang sudah membuka program lanjutan hingga S2. Berikut beberapa kampus yang bisa menjadi rujukan, terutama yang sudah dikenal di dunia rekam medis dan informasi kesehatan.

1. Universitas Esa Unggul: Pelopor D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Jika Anda mencari kampus yang punya sejarah panjang dan reputasi kuat di bidang rekam medis, nama Universitas Esa Unggul nyaris selalu muncul di barisan teratas. Di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, kampus ini menawarkan Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK).

Beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui:

  • Program pertama di Indonesia sejak 1989. Ini bukan program “pendatang baru” yang masih mencari bentuk, tetapi salah satu perintis pendidikan formal rekam medis di Tanah Air.
  • Akreditasi A dari Kementerian Pendidikan dan Kesehatan. Akreditasi yang kuat menjadi indikator penting dalam seleksi kerja, termasuk CASN dan PPPK, karena menunjukkan mutu kurikulum, dosen, dan fasilitas.
  • Fokus pembelajaran yang komprehensif. Mahasiswa dilatih dalam:
    • Pengumpulan dan pengolahan data rekam medis.
    • Analisis, evaluasi, dan penilaian mutu rekam medis.
    • Pengelolaan dan manajemen organisasi kesehatan.
    • Penerapan standar dan regulasi yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan.

Lulusan program ini bergelar Ahli Madya Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (A.Md.RMIK). Gelar ini sudah lazim dijadikan salah satu syarat pendidikan di berbagai lowongan perekam medis, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta. Dalam konteks seleksi ASN/PPPK, lulusan dengan gelar A.Md.RMIK dari program terakreditasi A biasanya cukup kompetitif saat administrasi, karena sesuai dengan kualifikasi yang disyaratkan untuk formasi teknisi atau perekam medis.

Selain itu, status Universitas Esa Unggul sebagai pelopor membuat jejaring alumni dan jaringan praktiknya cukup luas. Ini bisa memberi Anda “modal sosial” tambahan untuk magang, penempatan kerja, hingga akses informasi lowongan di fasilitas pelayanan kesehatan.

2. Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB): D3 Rekam Medis dengan Fokus Integrasi Teknologi

Bagi Anda yang berdomisili di Jawa Tengah dan sekitarnya, Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB) bisa menjadi pilihan menarik. Kampus ini membuka Program Studi D3 Rekam Medis dengan masa studi 3 tahun.

Ciri khas dan keunggulan prodi ini antara lain:

  • Fokus pada pencatatan dan pelaporan terintegrasi teknologi informasi. Mahasiswa tidak hanya diajari mengisi formulir kertas, tetapi juga bagaimana data pasien diolah dalam sistem informasi modern, sejalan dengan tren digitalisasi kesehatan nasional.
  • Materi kuliah yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Di antaranya:
    • Pendataan dan analisis data pasien, mulai dari identitas, jenis pemeriksaan, hingga riwayat pengobatan.
    • Pelaporan dan pelacakan data untuk keperluan manajemen rumah sakit, klaim asuransi, hingga pelaporan program pemerintah.
  • Gelar lulusan adalah A.Md.RMIK. Sama seperti di Esa Unggul, ini memudahkan penyesuaian dengan formasi perekam medis dalam berbagai seleksi kerja, termasuk di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Prospek kerja lulusan D3 Rekam Medis UDB mencakup:

  • Petugas registrasi pasien di rumah sakit dan puskesmas.
  • Coder untuk diagnosis dan tindakan medis.
  • Petugas assembling, pemberkasan, dan distribusi rekam medis.
  • Petugas penyimpanan dan pelaporan data kesehatan.

Jika tujuan Anda adalah memperkuat keterampilan teknis yang langsung aplikatif, lalu masuk ke dunia kerja dengan cepat dan kemudian mencoba jalur ASN/PPPK, model program D3 seperti ini sangat cocok. Waktu studi relatif singkat, materi praktik cukup kuat, dan banyak posisi perekam medis di lapangan yang memang mensyaratkan minimal D3.

3. Universitas Indonesia (UI): Manajemen Rekam Medis di Lingkungan Kampus Riset Terkemuka

Untuk Anda yang mengincar jenjang sarjana dengan lingkungan akademik yang kuat, Universitas Indonesia (UI) menyediakan program Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan yang berada di bawah Fakultas Ilmu Keperawatan. Program ini termasuk dalam penawaran S1 Paralel.

Beberapa hal yang membedakan UI dengan banyak kampus lain:

  • Jenjang S1 dengan orientasi manajerial dan sistemik. Jika pada tingkat D3 fokusnya banyak di keterampilan teknis operasional, di S1 UI Anda akan masuk lebih dalam ke manajemen sistem informasi kesehatan, analisis data untuk pengambilan keputusan, hingga kebijakan terkait rekam medis.
  • Lokasi kuliah di Kampus UI Depok dengan wahana praktik intensif. Mahasiswa menjalani kegiatan praktik di wahana yang sudah ditentukan, dengan jadwal padat sekitar 5 hari per minggu pada rentang waktu sekitar pukul 14.00 sampai 20.00. Pola ini mensimulasikan ritme kerja nyata di fasilitas kesehatan.
  • Lingkungan kampus riset dan jaringan luas. Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, UI memiliki akses kerja sama dengan banyak rumah sakit pendidikan, lembaga pemerintah, dan institusi riset. Untuk Anda yang merencanakan karier jangka panjang di manajemen informasi kesehatan, riset kebijakan kesehatan, atau bahkan jenjang pascasarjana, ini adalah nilai tambah besar.

Kaitannya dengan peluang kerja dan seleksi ASN/PPPK, lulusan S1 Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dari UI berpeluang:

  • Memasuki posisi manajerial atau analis informasi kesehatan di rumah sakit pemerintah.
  • Berkarier di lembaga asuransi kesehatan, termasuk BPJS, dengan fokus pada analisis data klaim dan mutu layanan.
  • Mengisi jabatan fungsional tertentu yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang tata kelola data dan sistem kesehatan.

Bagi kandidat yang ingin tidak hanya menjadi operator data, tetapi juga pengambil kebijakan dan pengelola sistem informasi kesehatan, jalur S1 seperti di UI bisa menjadi “tangga karier” yang sangat strategis.

4. Universitas Islam Madura (UIMA): D4 Manajemen Informasi Kesehatan dengan Visi Health Data Science

Salah satu perkembangan menarik dalam pendidikan rekam medis di Indonesia adalah munculnya program yang menggabungkan manajemen informasi kesehatan dengan pendekatan data modern. Universitas Islam Madura (UIMA) menjadi contoh melalui program D4 Manajemen Informasi Kesehatan yang berada di bawah Fakultas Vokasi.

Keunikan program ini terletak pada:

  • Jenjang D4 (Sarjana Terapan). Berada satu level dengan S1, tetapi dengan penekanan yang lebih kuat pada keahlian terapan dan praktik di lapangan. Cocok bagi yang ingin menggabungkan kedalaman ilmu dengan kesiapan kerja.
  • Visi berfokus pada health data science dan teknologi informasi kesehatan. Ini selaras dengan tren global di mana data kesehatan digunakan untuk:
    • Analisis epidemiologi.
    • Pengembangan kebijakan kesehatan.
    • Peningkatan mutu layanan.
    • Pengembangan sistem prediktif dan pengambilan keputusan berbasis data.

Lulusan D4 Manajemen Informasi Kesehatan UIMA diarahkan untuk dapat berperan sebagai:

  • Analis rekam kesehatan elektronik.
  • Auditor kode klinis.
  • Manajer unit rekam medis di fasilitas pelayanan kesehatan.
  • Staf yang terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi kesehatan.

Dalam konteks CASN dan PPPK, profil lulusan seperti ini sangat relevan untuk mendukung proyek-proyek digitalisasi kesehatan di lingkungan pemerintah daerah maupun pusat. Ketika rumah sakit dan puskesmas bertransformasi dari sistem manual ke sistem digital, tenaga dengan kemampuan health data science dan manajemen informasi akan menjadi sumber daya yang sangat dicari.

5. Gambaran Umum Jurusan Rekam Medis di Indonesia: Dari D3 sampai S2

Selain keempat kampus di atas, banyak perguruan tinggi lain di Indonesia yang membuka jurusan rekam medis dan informasi kesehatan, baik negeri maupun swasta, di berbagai daerah. Secara umum, jalur pendidikan di bidang ini terbentang dari:

  • D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fokus pada kemampuan teknis operasional di unit rekam medis dan sistem informasi kesehatan. Durasi studi umumnya 3 tahun. Ini adalah pintu masuk yang umum bagi banyak tenaga perekam medis di lapangan.
  • D4 / Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan. Menawarkan kombinasi antara keahlian teknis dan kemampuan analisis serta manajerial. Lulusan D4 berada pada level yang setara dengan S1 dalam banyak skema kepegawaian.
  • S1 Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Menekankan kemampuan manajerial, analitik, dan pengembangan sistem, cocok bagi calon pemimpin unit rekam medis atau analis informasi kesehatan.
  • S2 / Magister terkait informasi kesehatan. Beberapa kampus mulai membuka jalur lanjutan yang mengarah pada riset, kebijakan, atau manajemen informasi kesehatan tingkat lanjut.

Prospek kerjanya cukup beragam, antara lain:

  • Rumah sakit pemerintah dan swasta, sebagai staf rekam medis, coder, analis informasi kesehatan, atau manajer unit.
  • Puskesmas dan klinik, terutama dalam implementasi sistem pelaporan dan integrasi data dengan program-program kesehatan nasional.
  • Lembaga asuransi kesehatan dan pihak ketiga pengelola klaim.
  • Lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang mengelola data dan informasi kesehatan masyarakat.
  • Industri kesehatan lainnya seperti perusahaan IT kesehatan dan konsultan manajemen rumah sakit.

Untuk jalur ASN dan PPPK, jurusan ini sangat potensial karena banyak instansi kini menuntut pengelolaan data yang lebih baik. Dengan latar belakang rekam medis, Anda tidak hanya diposisikan sebagai “administrator dokumen”, tetapi sebagai pengelola data strategis yang memengaruhi perencanaan dan evaluasi program kesehatan publik.

Dengan semakin banyaknya universitas yang ada jurusan rekam medis, bagaimana cara memilih yang paling sesuai dengan tujuan jangka panjang Anda, terutama bila ingin masuk formasi CASN dan PPPK?

1. Perhatikan Akreditasi Program Studi dan Institusi

Salah satu faktor krusial dalam seleksi ASN adalah kesesuaian dan kredibilitas ijazah. Beberapa hal yang perlu Anda cek:

  • Akreditasi program studi. Contoh: Program D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul yang telah terakreditasi A. Nilai akreditasi menunjukkan kualitas proses pembelajaran, dosen, dan fasilitas.
  • Akreditasi institusi. Universitas dengan akreditasi baik akan memberi nilai plus tersendiri, terutama saat Anda bersaing di jalur seleksi nasional.

Dalam beberapa seleksi, akreditasi bisa menjadi faktor pembeda ketika banyak pelamar memiliki IPK dan kualifikasi yang serupa. Memilih program yang sudah mapan dan berakreditasi baik adalah langkah taktis yang sering diabaikan calon mahasiswa.

2. Sesuaikan Jenjang dengan Strategi Karier

Pilih jenjang studi yang sesuai dengan target Anda:

  • D3 cocok untuk:
    • Yang ingin cepat masuk dunia kerja sebagai tenaga teknis.
    • Yang menargetkan formasi perekam medis dengan kualifikasi minimal D3.
  • D4 / S1 cocok untuk:
    • Yang menargetkan posisi analis, manajer unit, atau jabatan yang berpotensi membutuhkan pendidikan sarjana.
    • Yang merencanakan karier jangka panjang dalam pengembangan sistem informasi kesehatan, kebijakan, atau riset.

Dalam praktiknya, tidak sedikit lulusan D3 yang kemudian melanjutkan ke D4 atau S1 untuk memperkuat posisi mereka, baik di jalur ASN maupun jenjang karier struktural dan fungsional.

3. Cek Ketersediaan Praktik Lapangan dan Kerja Sama dengan Fasilitas Kesehatan

Jurusan rekam medis sangat bergantung pada pemahaman lapangan. Kampus yang baik biasanya memiliki:

  • Jejaring rumah sakit, puskesmas, dan klinik sebagai wahana praktik.
  • Program magang yang terstruktur sehingga mahasiswa tidak hanya “hadir”, tetapi benar-benar mempraktikkan pencatatan, pengolahan, dan pelaporan data.
  • Paparan pada sistem manual dan elektronik, termasuk perangkat lunak rekam medis yang umum digunakan.

Contohnya, Program Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di UI memiliki wahana praktik dengan jadwal intensif, yang memberi gambaran nyata bagaimana ritme kerja di fasilitas kesehatan berlangsung. Hal semacam ini akan memudahkan Anda beradaptasi ketika masuk dunia kerja dan saat menghadapi soal-soal kasus dalam tes kompetensi ASN/PPPK.

4. Tinjau Kurikulum: Apakah Sudah Berorientasi Digital dan Data?

Kurikulum yang relevan dengan kondisi sekarang setidaknya memuat:

  • Penggunaan sistem informasi kesehatan elektronik.
  • Coding penyakit dan tindakan berdasarkan standar terbaru.
  • Analisis dan pelaporan data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan.
  • Pemahaman regulasi terkait perlindungan data dan kerahasiaan medis.

Program seperti D4 Manajemen Informasi Kesehatan di UIMA yang sudah berbicara tentang health data science adalah indikasi bahwa kampus tersebut melihat jauh ke depan. Ke depan, bukan tidak mungkin seleksi ASN/PPPK akan mulai menilai kemampuan kandidat dalam membaca dan menginterpretasi data kesehatan, bukan sekadar memahami teori dasar rekam medis.

5. Pertimbangkan Lokasi, Biaya, dan Akses terhadap Informasi Seleksi

Walaupun kualitas akademik penting, faktor praktis seperti lokasi dan biaya studi juga tidak bisa diabaikan:

  • Kampus di kota besar seperti Jakarta dan Depok (misalnya UI, Esa Unggul) mungkin membuka akses pada fasilitas pendidikan dan jejaring lebih luas, tetapi dengan biaya hidup lebih tinggi.
  • Kampus di daerah seperti Surakarta atau Madura mungkin lebih terjangkau, dengan suasana belajar yang kondusif, sekaligus peluang untuk dekat dengan fasilitas kesehatan daerah yang sering membuka formasi CASN/PPPK.

Yang tidak kalah penting, pilih kampus yang aktif memberi informasi dan bimbingan terkait:

  • Pengembangan karier lulusan.
  • Peluang mengikuti pelatihan atau sertifikasi tambahan di bidang rekam medis, coding, atau sistem informasi kesehatan.
  • Update tentang kebijakan dan peluang di sektor kesehatan publik.

Di tengah kompetisi ketat seleksi CASN dan PPPK tenaga kesehatan, memilih universitas yang ada jurusan rekam medis bukan sekadar urusan “ikut tren”, tetapi langkah strategis untuk mengamankan posisi di sektor yang semakin sangat bergantung pada data. Dari D3 rekam medis yang siap kerja di garda depan hingga S1 dan D4 yang menyiapkan Anda menjadi analis dan manajer informasi kesehatan, semua memiliki peran penting dalam ekosistem layanan kesehatan Indonesia.

Jika saat ini Anda masih ragu antara mengambil jalur klinis atau non klinis, pertimbangkan ini: dunia rekam medis dan informasi kesehatan menggabungkan keduanya. Anda tetap terlibat langsung dalam proses pelayanan kesehatan, tetapi dari sisi yang lebih sistematis dan data-driven. Di era digital, kemampuan ini akan menjadi mata uang berharga.

Langkah berikutnya ada di tangan Anda. Telusuri lebih dalam program di Universitas Esa Unggul, Universitas Duta Bangsa Surakarta, Universitas Indonesia, Universitas Islam Madura, dan kampus lain yang menawarkan jurusan serupa. Bandingkan kurikulumnya, cek akreditasinya, dan cocokkan dengan rencana Anda untuk menembus formasi ASN atau PPPK kesehatan. Dengan persiapan tepat sejak bangku kuliah, peluang Anda bukan hanya untuk lolos seleksi, tetapi juga untuk berkontribusi nyata dalam membenahi layanan kesehatan publik Indonesia melalui pengelolaan informasi yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab.

Sumber Referensi :

  • FIKES.ESAUNGGUL.AC.ID – Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
  • FIKES.UDB.AC.ID – Mengenal Dunia Prodi D3 Rekam Medis Mulai dari Lama Kuliah Hingga Prospek Kerja
  • OVIS.UI.AC.ID – Manajemen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
  • PENERIMAAN.UI.AC.ID – Persyaratan Penerimaan Program S1 Paralel
  • VOKASI.UIMA.AC.ID – Manajemen Informasi Kesehatan
  • CAMPUS.QUIPPER.COM – Jurusan Rekam Medis
  • BIMBEL-KEDOKTERAN.COM – Prospek Kerja Jurusan Rekam Medis

Program Value Jadi NAKES 2025

“APK Bimbel UKOM Mahasiswa Kesehatan 2025 Belajar & Berlatih Memakai Metode Cepat”

slider jadi nakes
Slider_JadiNAKES (1)
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiASN: Temukan aplikasi JadiASN di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiNAKES Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELNAKES” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiAsn karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal NAKES 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal CPNS 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi NAKES 2025
  • Ratusan Latsol NAKES 2025
  • Puluhan paket Simulasi NAKES 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

>

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

apa itu uji kompetensi
Uncategorized

Apa itu uji kompetensi bikin gagal lolos ASN PPPK?!

Apa itu uji kompetensi – Uji kompetensi adalah penilaian resmi untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional tenaga kesehatan sesuai standar nasional. Setiap tahun, ribuan

materi uji kompetensi
Soal Ukom

Materi Uji Kompetensi Bikin Nakes Gagal Lolos?!

materi uji kompetensi – menjadi kata kunci yang semakin sering muncul di grup Telegram, WhatsApp, hingga pengumuman resmi seleksi ASN dan PPPK tenaga kesehatan belakangan

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch